Apa itu Dongeng? Berikut Jenis, Ciri-ciri, Unsur & Contohnya

Dongeng telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya kita. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memuat nilai-nilai moral yang mendalam serta menyampaikan pesan-pesan penting kepada generasi muda.

Nah, kali ini admin akan mengajak teman-teman mengetahui secara mendalam tentang dongeng, dari pengertian, jenis, ciri-ciri, fungsi, unsur, hingga contoh-contohnya yang menarik dan bermakna.

Pengertian Dongeng

Dongeng adalah cerita tradisional yang sering kali mengandung unsur-unsur khayalan atau keajaiban. Mereka disampaikan dari mulut ke mulut atau dalam bentuk tertulis untuk menghibur atau mengajar pembaca.

Secara etimologis, kata dongeng berasal dari bahasa Belanda “sprookje”, yang berarti cerita khayal atau fiksi.

Dongeng telah ada sejak zaman kuno dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada awalnya, dongeng banyak digunakan untuk menjelaskan fenomena alam yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah atau untuk mengajarkan moral dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.

Dalam perkembangannya, dongeng juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi suatu bangsa.

Fungsi Dongeng dalam Masyarakat

Dongeng memiliki berbagai fungsi dalam masyarakat. Salah satunya adalah sebagai alat untuk mengajarkan moral dan nilai-nilai kepada anak-anak. Dengan mengemas pesan moral ke dalam cerita yang menarik, dongeng membantu anak-anak memahami konsep-konsep abstrak seperti kebaikan, kejujuran, dan keberanian.

Selain itu, dongeng juga berfungsi sebagai sarana untuk menghibur dan merangsang imajinasi pembaca.

Manfaat Dongeng bagi Anak-Anak

Mendengarkan atau membaca dongeng dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan anak-anak. Dongeng membantu meningkatkan keterampilan bahasa mereka, baik dalam hal mendengarkan maupun berbicara.

Selain itu, dongeng juga berperan dalam mengembangkan pemahaman emosional anak-anak, karena mereka dapat mengidentifikasi diri dengan tokoh-tokoh dalam cerita dan memahami konflik serta resolusinya.

Ciri-Ciri Dongeng

Dongeng adalah cerita pendek yang sering kali diawali dengan kalimat pembuka seperti “pada zaman dahulu”, “pada masa silam”, atau “alkisah”. Cerita ini memiliki alur yang sederhana dan mengisahkan dua tokoh utama dengan sifat yang berlawanan, yaitu tokoh baik dan jahat.

Karakter dalam dongeng tidak disampaikan secara rinci dan ditulis dengan gaya penceritaan yang mirip dengan cerita lisan. Secara umum, dongeng bersifat fiktif atau berdasarkan khayalan dan sering kali memiliki berbagai versi karena cara penyebarannya yang dari mulut ke mulut.

Meskipun tidak diketahui siapa pengarangnya dengan pasti, dongeng selalu mengandung pesan moral yang bisa dipetik oleh pembaca atau pendengar.

Bahasa yang digunakan dalam dongeng biasanya sederhana, deskriptif, dan mudah dipahami. Hal ini bertujuan untuk membuat cerita lebih menarik dan mudah dicerna oleh pembaca atau pendengar.

Unsur-Unsur Dongeng

Dongeng terdiri dari beberapa unsur utama yang meliputi:

  • Tema: Ide utama atau gagasan yang ingin disampaikan melalui cerita dongeng.
  • Latar: Deskripsi tentang suasana waktu dan tempat terjadinya peristiwa dalam dongeng.
  • Alur: Urutan peristiwa atau plot yang mengisahkan perkembangan cerita dalam dongeng.
  • Tokoh: Karakter-karakter utama yang bertindak dalam cerita dan mempengaruhi jalannya alur cerita.
  • Penokohan: Penampilan fisik dan watak dari tiap tokoh yang ada dalam dongeng.
  • Amanat: Pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan kepada pembaca atau pendengar melalui cerita tersebut.

Jenis-Jenis Dongeng

1. Fabel

Fabel adalah jenis dongeng yang menggunakan binatang atau benda mati sebagai tokoh ceritanya. Melalui kisah-kisah tentang binatang, fabel mengajarkan pelajaran moral kepada pembaca atau pendengar.

2. Legenda

Legenda adalah cerita yang sering kali dianggap memiliki dasar sejarah atau kisah nyata. Legenda sering kali mengisahkan tokoh-tokoh pahlawan atau kejadian luar biasa yang telah terjadi dalam masyarakat.

3. Mitos

Mitos adalah jenis dongeng yang menjelaskan asal-usul alam semesta, keberadaan dewa-dewa, atau peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah suatu bangsa atau budaya. Mitos sering kali memiliki makna simbolis atau alegoris.

4. Sage

Sage adalah cerita epik yang mengisahkan tentang kehidupan atau perjuangan seorang pahlawan atau tokoh utama. Sage sering kali mengandung unsur-unsur petualangan, pertarungan, dan pencarian makna hidup.

5. Parabel

Parabel adalah cerita alegoris yang menggunakan situasi atau peristiwa yang tidak nyata untuk menyampaikan pesan moral atau filosofis kepada pembaca. Parabel sering kali mengandung pelajaran atau nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Jenaka

Jenaka adalah jenis dongeng yang ditulis dengan tujuan menghibur dan menggelitik imajinasi pembaca atau pendengar. Cerita-cerita jenaka sering kali mengandung unsur humor dan ironi yang membuat pembaca tertawa.

7. Dongeng Biasa

Dongeng biasa adalah cerita-cerita populer yang sering kali digunakan untuk menghibur anak-anak atau mengajarkan nilai-nilai tertentu kepada mereka. Cerita-cerita ini sering kali berfokus pada petualangan tokoh-tokoh utama dalam menghadapi berbagai rintangan atau ujian.

Contoh Dongeng

Cinderella

Cinderella adalah salah satu contoh dongeng yang paling terkenal di dunia. Cerita ini mengisahkan tentang seorang putri yang menderita di tangan ibu tiri dan saudara-saudaranya yang jahat. Berkat bantuan peri baik hati, Cinderella berhasil menghadiri pesta dansa istana dan menemukan cintanya.

Sang Kancil dan Buaya

Sang Kancil adalah tokoh dongeng Indonesia yang sangat populer. Dalam cerita ini, Sang Kancil menggunakan kecerdikannya untuk mengelabui Buaya yang ceroboh dan melarikan diri dengan selamat.

Penutup

Dongeng merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya kita yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. Dengan memahami lebih dalam tentang berbagai jenis, ciri-ciri, dan fungsi dongeng, kita dapat lebih menghargai keberagaman cerita dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

About the Author: Sebastian Fine