Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku serta Contohnya

Kamu pasti sering mendengar istilah kata baku dan tidak baku, kan? Kedua jenis kata ini sangat penting dalam komunikasi sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Dengan memahami perbedaan antara kata baku dan tidak baku, kita bisa berkomunikasi dengan lebih efektif dan tepat sasaran.

Jika kamu tidak tahu apa perbedaan kata baku dan kata tidak baku, tenang saja. Karnea pada kesempatan kali ini admin membahas secara mendalam pengertian, ciri-ciri, dan fungsi dari kata baku dan tidak baku dan berbagai contoh katanya.

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditetapkan oleh Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata-kata ini memiliki bentuk yang tetap dan tidak mengalami perubahan, serta tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah atau dialek.

Penggunaan kata baku sangat penting dalam komunikasi formal dan resmi untuk memastikan kejelasan dan keseragaman. Contoh kata baku antara lain:

  • Apotek (bukan apotik)
  • Aktivitas (bukan aktifitas)
  • Izin (bukan ijin)
  • Sistem (bukan sistim)

Kata baku digunakan dalam berbagai dokumen resmi seperti surat, laporan, dan tulisan ilmiah, serta dalam media massa untuk menjaga kredibilitas informasi yang disampaikan.

Ciri-Ciri Kata Baku

1. Sesuai dengan Kaidah EYD

Kata baku selalu mengikuti aturan yang terdapat dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Aturan ini mencakup penggunaan huruf, tanda baca, serta penulisan kata yang benar. Dengan mengikuti kaidah ini, kata baku memastikan keseragaman dan kejelasan dalam penulisan.

2. Tidak Terpengaruh oleh Bahasa Daerah

Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah, dialek, atau slang. Ini berarti bahwa kata tersebut digunakan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia tanpa perubahan bentuk atau makna. Penggunaan kata baku menghindari variasi lokal yang dapat menyebabkan kebingungan.

3. Tidak Mengalami Perubahan Bentuk

Kata baku memiliki bentuk yang tetap dan tidak mengalami perubahan baik dalam penulisan maupun pengucapan. Bentuk ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam EYD dan KBBI.

Berarti bahwa kata tersebut selalu ditulis dan diucapkan dengan cara yang sama, memastikan konsistensi dalam komunikasi.

4. Penggunaan dalam Dokumen Resmi

Kata baku sering ditemukan dalam dokumen resmi seperti surat dinas, laporan, kontrak, dan dokumen hukum. Penggunaan kata baku dalam dokumen resmi penting untuk menjaga formalitas, profesionalisme, dan kejelasan komunikasi.

5. Bukan Merupakan Ragam Bahasa Percakapan

Kata baku biasanya tidak digunakan dalam ragam bahasa percakapan sehari-hari yang informal. Sebaliknya, kata baku lebih sering ditemukan dalam konteks formal dan tulisan resmi.

6. Tidak Mengandung Makna Ganda dan Tidak Rancu

Kata baku memiliki makna yang jelas dan tidak mengandung makna ganda atau ambigu. Hal ini penting untuk memastikan kejelasan dan keseragaman dalam komunikasi.

7. Pemakaian Imbuhan Dilakukan secara Eksplisit

Pemakaian imbuhan pada kata baku dilakukan secara eksplisit dan sesuai dengan aturan tata bahasa. Hal ini memastikan bahwa kata-kata tersebut digunakan dengan benar dan konsisten.

8. Tidak Mengandung Arti Pleonasme

Kata baku tidak mengandung arti pleonasme, yaitu penggunaan kata-kata yang lebih daripada yang diperlukan. Kata baku digunakan secara efisien dan tepat tanpa berlebihan.

Fungsi Kata Baku

1. Mencerminkan Profesionalisme

Menggunakan kata baku menunjukkan tingkat profesionalisme dan keseriusan dalam komunikasi. Dalam konteks bisnis dan akademis, penggunaan kata baku mencerminkan bahwa penulis atau pembicara memahami dan menghormati kaidah bahasa yang berlaku.

2. Memudahkan Pemahaman dalam Komunikasi Resmi

Kata baku memudahkan pemahaman karena sesuai dengan aturan yang sudah dikenal luas. Penggunaan kata baku menghindari kesalahpahaman dan ambigu dalam komunikasi resmi, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas dan tepat.

3. Menghindari Kesalahpahaman

Penggunaan kata baku membantu menghindari ambigu dan kesalahpahaman dalam komunikasi. Karena kata baku memiliki makna yang jelas dan tidak berubah, ini memastikan bahwa pesan yang disampaikan tidak disalahartikan oleh penerima.

Pengertian Kata Tidak Baku

Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditetapkan oleh Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata-kata ini sering kali dipengaruhi oleh bahasa daerah, dialek, atau kebiasaan sehari-hari dan tidak mengikuti aturan penulisan yang benar.

Penggunaan kata tidak baku lebih umum dalam komunikasi informal dan percakapan sehari-hari. Contoh kata tidak baku antara lain:

  • Apotik (bentuk baku: apotek)
  • Ijin (bentuk baku: izin)
  • Jemputan (bentuk baku: undangan)
  • Nasehat (bentuk baku: nasihat)

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

1. Sering Dipengaruhi oleh Bahasa Daerah

Kata tidak baku sering kali dipengaruhi oleh bahasa daerah atau dialek lokal. Ini membuat kata tersebut lebih akrab di telinga pengguna dari daerah tertentu, tetapi mungkin tidak dikenal secara luas di luar daerah tersebut.

2. Bentuk Kata Dapat Berubah

Kata tidak baku cenderung fleksibel dan dapat mengalami perubahan bentuk sesuai dengan kebiasaan pengguna. Misalnya, “dokumen” bisa berubah menjadi “dokumen-dokumen” dalam percakapan sehari-hari, meskipun bentuk bakunya tetap “dokumen.”

3. Penggunaan dalam Percakapan Sehari-hari

Kata tidak baku lebih sering digunakan dalam percakapan informal sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan, seperti dalam obrolan dengan teman atau keluarga, dan media sosial.

4. Tidak Sesuai dengan Kaidah EYD

Kata tidak baku tidak mengikuti aturan EYD yang berlaku. Penulisan dan pengucapan kata tersebut tidak sesuai dengan standar bahasa Indonesia yang benar.

5. Tidak Digunakan dalam Konteks Formal

Kata tidak baku jarang digunakan dalam dokumen resmi, laporan, atau tulisan ilmiah karena dianggap kurang tepat dan tidak profesional.

6. Mengandung Unsur Pleonasme

Kata tidak baku kadang-kadang mengandung unsur pleonasme, yaitu penggunaan kata-kata yang berlebihan atau tidak diperlukan, seperti “turun ke bawah” atau “naik ke atas.”

7. Pemakaian Imbuhan yang Tidak Konsisten

Penggunaan imbuhan pada kata tidak baku sering kali tidak konsisten dan tidak sesuai dengan aturan tata bahasa yang benar.

Fungsi Kata Tidak Baku

1. Menunjukkan Keakraban dalam Percakapan

Kata tidak baku sering digunakan untuk menunjukkan keakraban dan kehangatan dalam percakapan informal. Penggunaan kata tidak baku menciptakan suasana yang lebih santai dan akrab.

2. Mempercepat Komunikasi Informal

Penggunaan kata tidak baku dapat mempercepat komunikasi dalam situasi informal karena lebih mudah diucapkan dan dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam percakapan.

3. Menunjukkan Identitas Daerah atau Kelompok

Kata tidak baku juga dapat menunjukkan identitas daerah atau kelompok tertentu. Misalnya, penggunaan kata tidak baku yang khas dari suatu daerah dapat mencerminkan latar belakang budaya atau asal pengguna.

4. Membantu dalam Penulisan Kreatif

Dalam penulisan kreatif seperti puisi, cerpen, atau dialog dalam naskah drama, penggunaan kata tidak baku dapat memberikan nuansa tertentu dan memperkaya bahasa yang digunakan.

Contoh Kata Baku dan Kata Tidak Baku

AbjadKata BakuKata Tidak Baku
AAberasiAbrasi
AbjadAbjad
AbsorpsiAbsorsi
AdabAdap
AdhesiAdesi
AdibusanaAdi busana
AdidayaAdi daya
AdjektifAjektif
AdministratorAdmin
AdvokatAdpokat
AfdalAfdol
AgamaisAgamis
AjekAjeg
AkhiratAkherat
AksesoriAksesoris
AktifAktip
AktivitasAktifitas
AktualAktuil
AkuariumAquarium
AluminiumAlmunium
AmbulansAmbulan
AnalisisAnalisa
AndalHandal
AntenaAntene
AntreAntri
AnugerahAnugrah
AparatAparatur
ApostrofOpostrop
ApotekApotik
AsasAzas
AsasiAzasi
AtletAtlit
AtmosferAtmosfir
AuditoriumAditorium
AutentikOtentik
AutopsiOtopsi
AzanAdzan
BBakaBaqa
BaligBaligh
BalsamBalsem
BanderolBandrol
BarzakhBarzah
BatalionBatalyon
BateraiBatere
BatilBathil
BayangkaraBhayangkara
BazarBazaar
BecerminBercermin
BengkuangBengkoang
BenzolBensol
BesokEsok
BeterbanganBerterbangan
BisepsBisep
BlankoBlanko
BlenderBelender
BoksBok
BolpoinBolpen
BosanBosen
BumperBemper
BungkerBangker
BusBis
CCabaiCabe
CapaiCape, Capek
CapcaiCap cai
CederaCidera
CendekiaCendikia
CendekiawanCendikiawan
CengkeramCengkram
CengkeramaCengkrama
CengkihCengkeh
CinderamataCenderamata
CokelatCoklat
DDaftarDaptar
DaiDa’i
DakwahDa’wah
DarmaDharma
DebitDebet
DebitorDebitur
DekretDekrit
DeodoranDeodorant
DepotDepo
DeputiDeputy
DerajatDerajad
DesainDesign
DetailDetil
DetergenDeterjen
DeviasiDefiasi
DiagnosisDiagnosa
DispenserDespenser
DistilasiDestilasi
DividenDeviden
DonaturDonator
DurianDuren
EEfektifEfektip
EfektivitasEfektifitas
EkosistemEkosistim
EksemEksim
EkshibisiEksibisi
EksporEksport
EkstraExtra
EkstrakurikulerEkstrakulikuler
EkstremEkstrim
EkuivalenEkwivalen, equivalen
ElektrodeElektroda
ElipsElip
EliteElit
EmasMas
EmbusHembus
EmpasHempas
EnjinEngine
EnsiklopediaEnsiklopedi
EpisodeEpisod
EposEphos
EsaiEssai
EsensEsen
EskadronSekuadron
EtanolEthanol
FFakihFaqih
FaksimiliFaksimil
FamilierFamiliar
FarmakopeFarmakop
FavoritPavorit
FebruariPebruari
FeriPeri
FilipinaPhilipina
FilmFilem
FilsufFilosof
FinisFinish
FlatPlat
FolioPolio
FormalFormil
FotoPhoto
FotokopiFoto copy
FotosintesisFotosintesa
FrekuensiFrekwensi
GGaibGhaib
GalaktosaGalaktose
GaleriGalery
GapGep
GeiserGeyser
Geladi bersihGeladi resik
GelondongGlondong
GenealogiGeneologi
GentingGenteng
GerebekGrebek
GeregetGreget
GerendelGrendel
GipsGip
GlamorGlamour
GlaukomaGlukoma
GlosariumGlosary
GlukosaGlukose
GongsengOngseng
GriyaGria
GrupGroup
GuaGoa
GubukGubug
GudegGudek
GuncangGoncang
HHadisHadist
HafalHapal
HakikatHakekat
Hal-halHal-ihwal
HektareHektar
HeterogenHetrogen
HidraulisHidrolis
HierarkiHirarki
HieroglifHiroglif
HigienisHigenis
HimneHymne
HipermetropiaHipermetri
HipotekHipotik
HipotesisHipotesa
HipovitaminosisHipovitaminose
IIbtidaiahIbtidaiyah
IdahIddah
IdealIdial
IdeologiIdiologi
IhwalIkhwal
IjazahIjasah
IkatIket
IkhlasIhlas
IktibarI’tibar
IktikafI’tikaf
IlusiIllusi
ImbauHimbau
ImpitHimpit
ImporImport
IndraIndera
InfluenzaInfluensa
InframerahInfra merah
InfusInpus
Ingar-bingarHingar-bingar
InkamIncome
InkognitoIncognito
InstingInstink
IntelijenInteligen
IntensInten
InterogasiInterograsi
IntrospeksiInteropeksi
IsapHisap
IzinIjin
JJadwalJadual
JagatJagad
JahiliahJahiliyah
JajarJejer
JamaahJemaah
JenderalJendral
JeniusGenius
JerapahZarafah
JerikenJerigen
JipJeep
JogingJogging
JoinJoint
JorjoranJor-joran
JubileumJubilum
JudoYudo
JujitsuJiujitsu
JuniorYunior
JunkturJungtur
JuzJus
KKacamataKaca mata
KafahKaffah
KafetariaCafetaria
KaidahKaedah
KakbahKa’bah
KaleidoskopKaleidioskop
KalkariumKalkarim
KamerawanKameramen
KamuflaseKamuplase
KanguruKangguru
KankerKangker
KantongKantung
KarburasiKaburasi
KarburatorKaburator
KarenaKarna
KarierKarir
KarismaKharisma
KarismatikKharismatik
KasipKasep
KategoriKatagori
KateringCatering
KausKaos
Kayangan, kahyanganKhayangan
KedaluwarsaKadaluwarsa
KemarinKemaren
KembojaKamboja
KepokGepok
KesatriaKsatria
KhawatirKuatir
KlesClash
KlienClien, client
KlorChlor
KlubClub
KoboiKoboy
KomoditasKomoditi
KompleksKomplek
KompletKomplit
KonferensiKonperensi
KongresKonggres
KonkretKongkret
KoperKopor
KosakataKosa kata
KoverCover
KreatifKreatip
KreativitasKreatifitas
KualitasKwalitas
KuantitasKwantitas
KuesionerKuisioner
KuintalKwintal
KuotaKwota
LLafalLapal, rapal
LamtaragungLamtorogung
LaskarLasykar
LazimLajim, lasim
LedingLedeng
LegalisasiLegalisir
LemariAlmari
LembapLembab
LeukemiaLeukimia
LeveransirLaveransir
LinearLinier
LobiLoby
LokalisasiLokalisir
LongmarsLong march
LubangLobang
LusinLosin
MMaafMa’af
MafhumMafum
MagMaag
MagnetMahnet
MagribMaghrib
MaizenaMaisena
MajelisMajilis
Mak comblangMakcomblang
MakhdumMakdum
MakhlukMahluk
MakroekonomiMakro ekonomi
MalapraktikMalpraktek
MampatMampet
ManajemenManagemen
ManajerManager
MandekMandeg
MangkukMangkok
ManuskripManuskrif
MaratonMarathon
MargarinMargarine
MarginalMarjinal
MasjidMesjid
MasyhurMashur
MatangMateng
MazhabMadzab
MemerhatikanMemperhatikan
MemerintahMemperintah
MemerlukanMemperlukan
MemesonaMempesona
MempopulerkanMempopulerkan
MengapaKenapa
MengubahMerubah
MenteriMentri
MentimunTimun
MenyontekMencontek
MenyukseskanMensukseskan
MerekMerk
MeteraiMaterai
MetodeMetoda
MiliarMilyar
ModernModeren
MozaikMosaik
MusababSebab-musabab
MuseumMusium
NNafsuNapsu
NahasNaas
NakhodaNahkoda, nakoda, nangkoda
NanasNenas
NapasNafas
NarasumberNara sumber
NasihatNasehat
NazarNadzar
NegeriNegri
NeokolonialismeNeo-kolonialisme
NetoNetto
NetralisasiNetralisir
NifasNipas
NomorNomer
NonaktifNon aktif
NonformalNon formal
NotulaNotulen
NovemberNopember
OObjekObyek
ObjektifObyektif
OjekOjeg
OlahragaOlah raga
OmzetOmset
Orang tuaOrangtua
OranyeOrange
OrganisasiOrganisir
OrisinalOrisinil
OrkestraOrchestra
OsmoseOsmosis
OtomatisAutomatis
PPaderiPadri
PahamFaham
PalmPalem
PamfletFamplet, pamfelet
PancainderaPanca indra
PankreasPangkreas
ParadoksParadox
ParamedisParamedik
ParasutParasit
ParogogPargoge
PascapanenPasca panen
PasfotoPas photo
PasifPasive
PasporPasport
PatenPatent
PaviliunPavilyun
PedasPedes
PedepokanPadepokan
PeduliPerduli
PelesetanPlesetan
PelesirPlesir
PeletonPleton
PeliharaPeliara, piara
PelintirPlintir
PembaruanPembaharuan
PemirsaPirsawan
PenasihatPenasehat
PenembahanPanembahan
PerajinPengrajin
PerantiPiranti
PerkedelPergedel
PermukimanPemikiman
PersentasePresentase, prosentase
PerusakPengrusak
PetaiPete, petay
PikirFikir
PraktikPraktek
PrancisPerancis
PrangkoPerangko
ProaktifPro aktif
ProvinsiPropinsi
ProyekProject
PutraPutera
PutriPuteri
RRabuRebo
RadioaktifRadio aktif
RakaatRekaat
RamaiRame
RankingRangking
RanselRangsel
RapiRapih
RaporRaport
RasionalRasionil
RaziaRajia, rasia
RealRiil
RealisasiRealisir
RealitasRealita
ReliefRelif
ReligiusRelijius
RematikReumatik
RenaisansRenaisan
ReptiliaReptil
ReservoirReservoar
ResponsRespon
RestorasRestauran
ResumeResum
RezekiRejeki, rizeki, rizki
RezimRegim
RidaRidho, ridha
RisikoResiko
RitmeRitma
RontgenRonsen
RubuhRoboh
SSafShaf
SahSyah
SahabatSobat
SahajaSehaja
SahduSyahdu
SahibSokhib
SajakSanjak
SakaguruSaka guru guru
SakelarSaklar
SaksamaSeksama
SalatShalat, sholat
SambalSambel
SampoShampo
SamudraSamudera
SangsiSanksi
SanskertaSansekerta
SarafSyaraf
SataiSate
SausSaos
SedekahSodakoh
SediakalaSedia kala
SeinSeign
SekadarSekedar
SekopSkop
SekretarisSekertaris
SekteSekta
SekularSekuler
SelebritasSelebriti
SelektivitasSelektifitas
SelendroSlendro
SelulosaSelulose
SemadiSemedi
SembranaSembrono
SemendaSemanda
SenapatiSenopati
SengkalanSangkalan
SengseSinse
SentigramCentigram
SentimentalSentimentil
SentimeterCentimeter
SentosaSentausa
SentralCentral
SepatborSepakbor
SepraiSeprei
SepurSpor
SerbanSorban
SerbanekaSerba aneka
SeriawanSariawan
SerigalaSrigala
SerunaiSeruni
ServisService
SetagenStagen
SetipStip
SetirStir
SetrikaSeterika
SetripStrip
SeyogianyaSeyogyanya
Siapa punSiapapun
SiarSyi’ar
SilakanSilahkan
SilaturahmiSilaturohmi
SilinderSelinder
SimpelSimple
SinagogeSinagog
SindromSindrome
SinkopSinkope
SinseSense
SintesisSintesa
SireneSirine
SirupSirop
SistemSistim
SkiSky
SkolastikSekolastik
SkorScore
SkorsSkorsing
SlangSlank
SmesSmash
SofbalSofball
SolenoideSolenoid
SombreroSomberero
SopSup
SopirSupir
SosiodramaSosio drama
SpagetiSpagheti
SpandukSepanduk
SpesialSepesial
SpesiesSpecies
SpionaseSepionase
SpiritualSpirituil
SponsSepon
SprinSprint
SrekSreg
StanStand
StandarStandard
StandardisasiStandarisasi
StanzaStansa
StarterStater
StereotipStereotipe
StikerSticker
StokStock
StresStress
StrikerSetriker
StroberiStrawberry
StudiStudy
SubbabSub bab
SubbagianSub bagian
SubjekSubyek
SubkontraktorSub kontraktor
SubsiderSubsidair
SubstansiSubtansi
SunstitusiSubtitusi
SubtropikSub tropik
SubunitSub unit
SukacitaSuka cita
SulingSeruling
SumatraSumatera
SuplemenSaplemen
SupremasiSupermasi
SurahSurat
SurgaSorga
SurveiSurvey
SusastraSusastera
SutraSutera
SuvenirSouvenir
SwasembadaSwa sembada
SweterSuiter, switer
SwipoaSempoa
SyafaatSyafa’at
SyahadatSahadat
SyahidSahid
SyairSair
SyariatSyareat
SyekhSheh
SyirikSirik
SyiwaSiwa
SyogunShogun
SyubhatSyubat
TTabligTabligh
TakhayulTahayul
TakhtaTahta
TaksiTaxi
TakzimTakjim
TampakNampak
TamsilTamzil
TankerTangker
TaocoTauco
TaogeTauge
TapaiTape
TaplakTapelak
TarifTarip
TarkhimTarkim
Tata niagaTataniaga
TawakalTawakkal
TeaterTheater
TekadTekat
TeknikTehnik
TeknologiTekhnologi
TeladanTauladan
TelanjurTerlanjur
TelantarTerlantar
TelentangTerlentang
TeleponTelpon
TelurTelor
TenteramTentram
TeoretisTeoritis
TepercayaTerpercaya
TerampilTrampil
Terima kasihTerimakasih
TesTest
TesisThesis
TetapiTapi
TidakNggak
TiketTicket
TipTips
TipeType
TobatTaubat
TokekTekek
ToleransiTolerir
TorpedoTerpedo
TradisionalTradisionil
TransporTransport
TurTour
TurisTouris
TurnamenTournament
UUbahRubah
Ujian ulangUjian ulangan
UkuleleOkulele
UltramodernUltra modern
UntaOnta
UrineUrin
UtangHutang
VVakFak
VaksinasiFaksinasi
VakumFakum
ValidFalid
VampirVampire
VaniliPannili
VariasiVareasi
VarietasVaritas
VasFas
VegetarisVegetarian
VerifikasiVeripikasi
VermakVermaks
VideoVidio
VilaVilla
VinyetVignet
VolumeVolum
WWiraswastaWirausaha
YYogyakartaJogjakarta
YudikatifJudikatif
YudisialJudisial
YurisdiksiJurisdiksi
ZZamanJaman
ZamzamZam-zam
ZhuhurDzuhur
ZigotZigote
Zig-zagZigzag
ZiterSitar
ZonaZone

Penutup

Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, dan fungsi kata baku dan tidak baku, kita dapat lebih bijak dalam memilih kata yang tepat sesuai dengan konteks. Meskipun kata tidak baku lebih fleksibel dan sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari, penting untuk mengetahui kapan harus menggunakan kata baku untuk menjaga kejelasan dan profesionalisme dalam komunikasi formal.

About the Author: Sebastian Fine