Pengertian Majas Perbandingan: Jenis, Contoh dan Cirinya

Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat kaya dan beragam. Salah satu cara untuk membuat bahasa menjadi lebih hidup dan penuh warna adalah dengan menggunakan majas. Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, sehingga makna yang disampaikan menjadi lebih menarik dan ekspresif.

Kebetulan kali ini admin akan membahas tentang berbagai macam majas perbandingan, lengkap dengan pengertian, contoh, dan ciri-cirinya. Majas perbandingan adalah salah satu jenis majas yang sering digunakan dalam karya sastra untuk membandingkan satu hal dengan hal lainnya secara eksplisit maupun implisit.

Pengertian Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas atau menekankan sifat tertentu dari hal yang dibandingkan. Dalam majas perbandingan, seringkali digunakan kata-kata penghubung seperti “seperti”, “bagaikan”, “ibarat” dan lain-lain.

Ciri-Ciri Majas Perbandingan

Majas perbandingan memiliki beberapa ciri utama yang membedakannya dari jenis majas lainnya, yaitu:

  1. Menggunakan kata penghubung: Seperti “seperti”, “bagaikan”, “laksana”, “ibarat”.
  2. Membandingkan dua hal: Majas ini selalu melibatkan dua hal yang dibandingkan.
  3. Memiliki makna konotatif: Makna yang terkandung dalam majas perbandingan biasanya bersifat konotatif atau tidak langsung.

Jenis-Jenis Majas Perbandingan

1. Majas Simile

Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda secara eksplisit dengan menggunakan kata penghubung seperti “seperti”, “bagaikan”, “laksana”, atau “ibarat”.

Contoh Majas Simile

  1. Senyumnya cerah seperti matahari.
  2. Dia bertarung seperti singa.
  3. Malam itu gelap seperti arang.
  4. Kulit bayi itu lembut seperti sutra.
  5. Suaranya seperti musik di telingaku.
  6. Es krim itu mencair seperti mentega di bawah matahari.
  7. Dia berani seperti ksatria.
  8. Dia berlari seperti angin.
  9. Pikirannya tajam seperti pisau cukur.
  10. Airnya jernih seperti kristal.
  11. Rambutnya mengalir seperti sungai.
  12. Dia tenang seperti mentimun.
  13. Berita itu menyebar seperti api.
  14. Dia bernyanyi seperti malaikat.
  15. Amarahnya ganas seperti badai.

Ciri-Ciri Majas Simile

  1. Menggunakan kata penghubung: Kata-kata seperti “seperti”, “bagaikan” dan “ibarat” sering digunakan.
  2. Perbandingan eksplisit: Dua hal yang dibandingkan disebutkan dengan jelas.

2. Majas Metafora

Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda secara implisit tanpa menggunakan kata penghubung, sehingga salah satu hal dianggap sebagai hal lainnya.

Contoh Majas Metafora

  1. Waktu adalah pencuri.
  2. Dia adalah bintang yang bersinar.
  3. Hidup adalah perjalanan.
  4. Matanya adalah berlian yang berkilauan.
  5. Dunia adalah panggung.
  6. Hatimu adalah batu.
  7. Kelas itu seperti kebun binatang.
  8. Dia memiliki hati emas.
  9. Badai itu adalah binatang buas.
  10. Suaranya adalah lagu beludru.
  11. Kota itu adalah hutan.
  12. Berita itu menimpanya seperti ton batu bata.
  13. Kata-katanya adalah balsem yang menenangkan.
  14. Pikirannya adalah jebakan baja.
  15. Buku itu adalah paspor untuk petualangan.

Ciri-Ciri Majas Metafora

  1. Tanpa kata penghubung: Perbandingan dilakukan secara langsung tanpa menggunakan kata penghubung.
  2. Perbandingan implisit: Salah satu hal dianggap sebagai hal lainnya.

3. Majas Alegori

Alegori adalah majas yang menyatakan satu hal dengan kiasan atau lambang yang memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks, seringkali digunakan dalam cerita atau fabel.

Contoh Majas Alegori

  1. Bayi yang baru lahir seperti salju putih yang tidak ada nodanya.
  2. Hidup ini bagaikan roda yang berputar. Terkadang kita berada di bawah, kadang berada di atas.
  3. Otak manusia layaknya sebuah pisau, semakin diasah, maka akan semakin tajam pula.
  4. Emosi seseorang itu seperti api, semakin disulut maka akan semakin besar kemarahannya.
  5. Hidup itu ibarat sebuah kotak berisi berbagai jenis cokelat, kita takkan pernah tahu apa yang ada di dalamnya.
  6. Perpisahan adalah perayaan menyambut hari-hari penuh rindu.
  7. Suami adalah nahkoda dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
  8. Segala kenikmatan di dunia ini merupakan fatamorgana yang semu.
  9. Ibu bagaikan malaikat bagi anak-anaknya. Ia memberi kasih sayang yang tulus dan suci.
  10. Dunia ini seperti sebuah panggung sandiwara, setiap orang menjalankan perannya masing-masing.
  11. “The Masque of the Red Death” karya Edgar Allan Poe adalah alegori keniscayaan hidup.
  12. “The Wizard of Oz” telah ditafsirkan sebagai alegori peristiwa politik, ekonomi, dan sosial Amerika pada 1890-an.
  13. “The Inferno” karya Dante Alighieri adalah alegori perjalanan jiwa menuju Tuhan.
  14. “The Lord of the Rings” karya J.R.R. Tolkien telah ditafsirkan sebagai alegori Perang Dunia I dan II.
  15. “The Great Divorce” karya C.S. Lewis adalah alegori tentang konsep Kristen mengenai Surga dan Neraka.

Ciri-Ciri Majas Alegori

  1. Menggunakan kiasan atau lambang: Seringkali dalam bentuk cerita dengan makna yang lebih dalam.
  2. Makna kompleks: Mengandung pesan moral atau kritik sosial.

4. Majas Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati atau makhluk yang bukan manusia.

Contoh Majas Personifikasi

  1. Angin berbisik melalui pepohonan.
  2. Matahari tersenyum pada kami.
  3. Bintang-bintang menari di langit.
  4. Hujan mencium pipiku saat turun.
  5. Mesin mobil batuk dan tersedak.
  6. Bunga-bunga menganggukkan kepala mereka di angin.
  7. Api meraung hidup.
  8. Jam mengawasi kami dengan matanya yang berdetak.
  9. Kota itu tidak pernah tidur.
  10. Awan saling mengejar di langit.
  11. Rumah itu menghela nafas saat angin bertiup.
  12. Ombak menyapa pantai.
  13. Guntur menggerutu marah.
  14. Daun-daun berdesir di angin.
  15. Sinar bulan memeluk hutan.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

  1. Sifat manusia pada benda mati: Memberikan sifat-sifat manusia kepada benda atau makhluk non-manusia.
  2. Menciptakan gambaran hidup: Membuat deskripsi menjadi lebih hidup dan imajinatif.

5. Majas Eufemisme

Eufemisme adalah majas yang digunakan untuk menggantikan kata atau ungkapan yang dianggap kasar, tidak menyenangkan, atau tabu dengan kata-kata yang lebih halus dan sopan.

Contoh Majas Eufemisme

  1. Telah berpulang ke pangkuan Tuhan (meninggal dunia).
  2. Warga lanjut usia (orang tua).
  3. Pembersihan etnis (genosida).
  4. Fasilitas pemasyarakatan (penjara).
  5. Berkebutuhan khusus (cacat).
  6. Ekonomis dengan kebenaran (berbohong).
  7. Pengurangan staf (pemecatan karyawan).
  8. Diberhentikan (dipecat).
  9. Sedang mencari pekerjaan (pengangguran).
  10. Di tempat yang lebih baik (meninggal dunia).
  11. Di jalanan (tunawisma).
  12. Ruang rias (toilet).
  13. Berbadan besar (gemuk).
  14. Mengandung (hamil).
  15. Kerusakan tambahan (kematian tidak sengaja).

Ciri-Ciri Majas Eufemisme

  1. Menggunakan kata-kata halus: Menggantikan kata-kata kasar atau tabu dengan kata-kata yang lebih sopan.
  2. Menghindari konotasi negatif: Bertujuan untuk menghindari makna yang tidak menyenangkan.

Penutup

Majas perbandingan adalah salah satu cara yang efektif untuk membuat bahasa menjadi lebih ekspresif dan menarik. Dengan memahami berbagai jenis majas perbandingan seperti simile, metafora, alegori, personifikasi, dan eufemisme, kita dapat lebih mudah menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif dan imajinatif.

Semoga artikel ini membantu Anda dalam memahami dan mengaplikasikan majas perbandingan dalam kehidupan sehari-hari.

About the Author: Sebastian Fine