Pengertian Majas Sindiran: Jenis, Ciri dan Contohnya

Halo teman-teman semua, pada kesempatan kali ini admin membahas topik yang menarik dan cukup sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam karya sastra, yaitu majas sindiran. Tentunya kamu sering bukan dalam sebuah percakapan mendengar sindiran?

Dari percakapan sehari-hari hingga tulisan-tulisan satir, sindiran adalah salah satu cara komunikasi yang efektif namun perlu kehati-hatian dalam penggunaannya. Yuk, kita pelajari lebih dalam tentang apa itu majas sindiran, jenis-jenisnya, serta ciri-cirinya.

Apa itu Majas Sindiran?

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan kritik atau ketidaksetujuan secara tidak langsung dengan cara menyindir. Majas ini sering digunakan untuk menyampaikan pesan secara halus namun tetap mengena di hati pendengar atau pembaca.

Dengan menggunakan majas sindiran, penulis atau pembicara bisa menyampaikan maksudnya tanpa harus secara langsung menyinggung perasaan orang lain.

Ciri-Ciri Majas Sindiran

Majas sindiran memiliki beberapa unsur khas yang membedakannya dari jenis majas lainnya, yaitu:

  1. Ketidaksesuaian antara makna literal dan makna kontekstual:
    Apa yang dikatakan sering kali bertolak belakang dengan maksud sebenarnya.
  2. Penggunaan kata-kata yang memiliki konotasi tertentu:
    Kata-kata yang dipilih biasanya memiliki makna tambahan yang menyiratkan sindiran.
  3. Intensitas emosi:
    Majas sindiran sering kali mengandung emosi, baik itu marah, kecewa, ataupun lucu.

Beberapa kata kunci yang sering digunakan dalam majas sindiran antara lain “wah”, “luar biasa”, “hebat” dan sebagainya yang biasanya diucapkan dengan nada yang berbeda dari makna aslinya.

Jenis-Jenis Majas Sindiran

Ada beberapa jenis majas sindiran yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Mari kita bahas satu per satu beserta contohnya.

1. Majas Ironi

Majas ironi adalah jenis majas sindiran di mana apa yang dikatakan bertentangan dengan apa yang dimaksudkan. Ironi sering digunakan untuk menyindir secara halus.

Contoh Majas Ironi

  1. “Wah, rajin sekali kamu, datang jam 10 pagi!” (Padahal seharusnya datang jam 7 pagi)
  2. “Bagus sekali nilaimu, sampai-sampai guru pun tidak percaya!” (Nilainya sangat jelek)
  3. “Hebat, kamu berhasil memecahkan rekor ketiduran di kelas!” (Sindiran untuk siswa yang sering tidur di kelas)
  4. “Pintar sekali, sampai lupa cara pulang!” (Sindiran untuk seseorang yang tersesat)
  5. “Wah, ternyata kamu benar-benar jenius, ya!” (Saat seseorang melakukan kesalahan bodoh)
  6. “Luar biasa, tugasnya selesai juga akhirnya setelah satu tahun!” (Sindiran untuk seseorang yang lama menyelesaikan tugas)
  7. “Kamu ini memang raja telat, nggak pernah gagal!” (Sindiran untuk seseorang yang selalu terlambat)
  8. “Keren, laptopnya bisa menyala kalau ditendang!” (Sindiran untuk laptop yang sering rusak)
  9. “Hebat, kamu punya bakat jadi tukang tidur profesional!” (Sindiran untuk seseorang yang sering tidur)
  10. “Wah, masakannya enak sekali sampai-sampai aku tidak bisa berhenti muntah!” (Sindiran untuk masakan yang tidak enak)
  11. “Luar biasa, kamarnya sangat rapi seperti kapal pecah!” (Sindiran untuk kamar yang berantakan)
  12. “Kamu memang pahlawan kesiangan, selalu datang saat semuanya sudah selesai.” (Sindiran untuk seseorang yang selalu terlambat membantu)
  13. “Hebat, mobilnya bisa terbang ya, kok bisa parkir di tengah jalan?” (Sindiran untuk parkir sembarangan)
  14. “Luar biasa, kerjaannya cepat sekali, padahal cuma 10 jam.” (Sindiran untuk seseorang yang lambat bekerja)
  15. “Wah, sungguh beruntung bisa dapet nilai 0!” (Sindiran untuk nilai yang sangat jelek)

2. Majas Sinisme

Majas sinisme adalah sindiran yang lebih tajam dan kasar dibandingkan ironi. Sinisme sering kali digunakan untuk menunjukkan ketidakpercayaan atau ketidakpuasan.

Contoh Majas Sinisme

  1. “Kamu ini memang juara dalam hal bodoh!”
  2. “Sepertinya kamu memang dilahirkan untuk gagal.”
  3. “Bagus sekali, prestasi nol besar.”
  4. “Kamu ini manusia atau batu?”
  5. “Luar biasa, otakmu bekerja secepat siput.”
  6. “Hebat, kamu benar-benar bakat dalam hal membuat masalah.”
  7. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak bisa bedain kanan dan kiri.”
  8. “Kamu memang juara dalam membuat orang kesal.”
  9. “Sepertinya kamu memang berbakat jadi pengganggu.”
  10. “Luar biasa, kamu selalu punya alasan untuk gagal.”
  11. “Kamu memang master dalam hal menunda-nunda.”
  12. “Hebat, otakmu benar-benar luar biasa lambatnya.”
  13. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak bisa menyelesaikan satu tugas pun.”
  14. “Luar biasa, kamu selalu tahu cara membuat masalah.”
  15. “Hebat, kamu memang ahli dalam membuat orang marah.”

3. Majas Sarkasme

Majas sarkasme adalah sindiran yang sangat tajam dan menyakitkan, biasanya digunakan untuk menyakiti atau menghina seseorang secara langsung.

Contoh Majas Sarkasme

  1. “Kamu ini benar-benar idiot.”
  2. “Sepertinya kamu memang ditakdirkan untuk menjadi pecundang.”
  3. “Bagus sekali, otakmu pasti sebesar kacang.”
  4. “Kamu ini benar-benar beban hidup.”
  5. “Luar biasa, kamu benar-benar payah.”
  6. “Hebat, kamu selalu tahu cara mempermalukan diri sendiri.”
  7. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak tahu apa-apa.”
  8. “Kamu ini memang pembawa sial.”
  9. “Sepertinya kamu memang dilahirkan tanpa otak.”
  10. “Luar biasa, kamu benar-benar tidak berguna.”
  11. “Kamu ini memang sampah masyarakat.”
  12. “Hebat, kamu selalu tahu cara membuat orang benci.”
  13. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak bisa apa-apa.”
  14. “Luar biasa, kamu benar-benar bodoh.”
  15. “Hebat, kamu memang ahli dalam hal menghancurkan.”

4. Majas Satire

Majas satire adalah sindiran yang digunakan untuk mengkritik atau mengejek dengan cara yang lucu atau menyindir melalui humor.

Contoh Majas Satire

  1. “Kamu ini pintar banget, sampai-sampai nggak perlu belajar.”
  2. “Luar biasa, kamu bisa jadi presiden kalau begini caranya.”
  3. “Hebat, kamu benar-benar ahli dalam hal berbuat salah.”
  4. “Kamu ini bakat jadi pelawak.”
  5. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak tahu apa-apa.”
  6. “Luar biasa, kamu selalu punya cara untuk bikin orang ketawa.”
  7. “Hebat, kamu memang dilahirkan untuk jadi bahan lelucon.”
  8. “Kamu ini benar-benar jenius dalam hal kebodohan.”
  9. “Sepertinya kamu memang ditakdirkan untuk jadi badut.”
  10. “Luar biasa, kamu selalu tahu cara membuat orang tertawa.”
  11. “Kamu ini benar-benar master dalam hal membuat lelucon.”
  12. “Hebat, kamu memang ahli dalam hal bikin orang ketawa.”
  13. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak bisa bedain kanan dan kiri.”
  14. “Luar biasa, kamu selalu tahu cara bikin orang terbahak-bahak.”
  15. “Hebat, kamu memang ahli dalam hal membuat orang ketawa.”

5. Majas Innuendo

Majas innuendo adalah sindiran yang disampaikan secara tidak langsung melalui petunjuk atau implikasi.

Contoh Majas Innuendo

  1. “Kamu ini terlalu baik, sampai-sampai orang lain suka memanfaatkanmu.”
  2. “Hebat, kamu selalu tahu cara membuat orang lain merasa bodoh.”
  3. “Luar biasa, kamu benar-benar ahli dalam hal menunda-nunda.”
  4. “Kamu ini memang jenius, sampai-sampai nggak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.”
  5. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak tahu cara pulang.”
  6. “Luar biasa, kamu selalu punya cara untuk membuat orang marah.”
  7. “Hebat, kamu memang dilahirkan untuk membuat kekacauan.”
  8. “Kamu ini benar-benar master dalam hal mengganggu.”
  9. “Sepertinya kamu memang berbakat dalam hal merusak.”
  10. “Luar biasa, kamu selalu tahu cara membuat masalah.”
  11. “Kamu ini benar-benar ahli dalam hal menyusahkan orang lain.”
  12. “Hebat, kamu memang bakat dalam hal bikin orang kesal.”
  13. “Pintar sekali, sampai-sampai nggak bisa menyelesaikan satu tugas pun.”
  14. “Luar biasa, kamu selalu tahu cara membuat orang kesal.”
  15. “Hebat, kamu memang ahli dalam hal bikin masalah.”

Penutup

Majas sindiran adalah salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan pesan atau kritik secara tidak langsung. Dengan memahami jenis-jenis majas sindiran dan contohnya, kita dapat lebih bijaksana dalam menggunakan dan memahami sindiran dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam karya sastra. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu tentang majas sindiran.

About the Author: Sebastian Fine